Hotline 082116146664
Informasi lebih lanjut?
Home » Uncategorized » Perilaku Yang Perlu Kamu Hindari Ketika Sedang Berlibur di Phuket

Ketika sedang berlibur tentu kita semua menginginkan liburan yang menyenangkan karena memang salah satu tujuan dari liburan adalah untuk bersenang-senang. Tetapi kita juga perlu menyadari bahwa mungkin di suatu tempat memiliki larangan-larangan yang harus dipatuhi oleh semua wisatawan yang sedang berkunjung. Sama halnya ketika kamu sedang berkunjung ke Phuket maka kamu harus mematuhi setiap larangan yang ada di sana karena jika tidak maka kamu akan menempatkan dirimu sendiri dalam masalah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu hindari ketika sedang berlibur ke Phuket. 

Jangan mencela atau mengolok-olok keluarga kerajaan

Image by royalworldthailand from Instagram

Keluarga kerajaan sangat dihormati di Thailand, dan segala bentuk sikap tidak hormat dapat menimbulkan konsekuensi. Selama liburan kamu mungkin akan terkejut betapa dalamnya rasa hormat ini. Contohnya adalah ketika semua orang berdiri sebelum film diputar di bioskop ketika lagu kebangsaan diputar. Ini hanya sebentar, jangan khawatir, tapi tolong berdiri. Di Bangkok, dan terlebih lagi di Chiang Mai, lagu kebangsaan diputar di jalanan pada jam 8 pagi dan 6 sore. Semua orang akan langsung menghentikan aktivitas mereka untuk menunjukan penghormatan. 

Jangan mengendarai motor tanpa sim

Mengendarai sepeda motor atau yang dikenal dengan sebutan ‘moped’ memberikan pengalaman menyenangkan, murah dan menawarkan kebebasan luar biasa untuk menjelajahi Phuket. Namun, ketika kamu ingin mengemudi motor di sini salah satu challenge yang dihadapi adalah padatnya jalanan. Lalu mungkin sebagian besar peraturan lalu lintas di negaramu tidak berlaku di sini. Berhati-hatilah dengan pengendara mabuk dijalan dan baiknya jangan mengendarai ketika mabuk. Untuk berkendara disini kamu juga  memerlukan SIM internasional.

Jangan memakai sepatu ketika akan masuk kuil atau rumah penduduk setempat

Image by Freepik

Melepas sepatu sebelum masuk kuil atau rumah adalah hal yang sudah umum. Tidak mengherankan ketika kamu mengunjungi kuil kamu akan menjumpai sederet sepatu atau sendal di depan rumah dan kuil. Jika dipikir-pikir hal tersebut sebenarnya sangatlah masuk akal karena tujuannya adalah mengindari mengotori kuil atau rumah. Sama halnya seperti di Indonesia penduduk Thailand ataupun Phuket lebih menyukai kegiatan duduk atau bahkan makan di lantai. Jika diingat kembali maka hal semacam itu adalah hal yang lumrah bagi kita yang berasal dari Indonesia sehingga kita akan dengan mudah beradaptasi dengan kebiasaan orang Thailand yang satu ini.

Jangan memberi makan ikan yang ada di pantai

Ketika kamu sedang berenang di pantai kamu akan sering kali dikelilingi segerombolan ikan berwarna-warni. Memberi makan ikan sepertinya merupakan tindakan yang baik karena mereka terlihat sangat lapar dan ingin sekali mengambil sepotong roti yang kamu punya. Namun tindakanmu tersebut memiliki konsekuensi ekologis yang tidak dapat dilihat pada awalnya. Dimana perilaku ikan akan berubah dan bergantung pada manusia untuk bertahan hidup dan mereka akan berhenti membersihkan karang di bawahnya yang mulai mati. Roti mengandung ragi akan memicu sembelit dan berakhir membunuh ikan. Di kawasan yang dilindungi, tindakan ini ilegal dan dapat membuat Anda dijatuhi hukuman satu tahun penjara atau denda 100.000 Baht Thailand. 

Jangan mengumpulkan karang atau kerang untuk dibawa pulang 

Image by Freepik

Jangan mengambiil karang atau kerang yang ada di pesisir pantai. Walaupun mungkin ukurannya tidak terlalu besar dan bahkan juga bisa dijadikan oleh-oleh yang bagus. Namun kerang dan karang sangat dilindungi sehingga kamu idak boleh membawanya pulang. Tapi tenang karena kamu masih bisa membelinya di toko di Jungceylon  toko yang menjual aksesori dari kerang dan karang. Itulah beberapa jenis perarturan yang harus kamu patuhi ketika sedang berlibur d Thailand. Pastikan kamu mematuhi semua peraturan tersebut agar liburanmu tetap menyenangkan. Kamu gak mau kan ketika lagi liburan harus berurusan dengan masalah yang disebabkan karena kamu mengabaikan peraturan yang ada. 

 

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Yedigöller (Seven Lakes) National Park, Wisata Autumn Terbaik di Turki

8 September 2020 1.953x Turki

  View this post on Instagram   A post shared by Serhat Bozkurt (@hserhatbozkurt) on Sep 8, 2020 at 3:35am PDT Berbicara tentang Turki, tidak akan habis cerita beragam destinasi wisata nan cantik yang selalu membuat takjub siapapun yang berkunjung ke negara ini. Nah kali ini mari Kita bahas sebuah taman yang memiliki panorama luar... selengkapnya

DESTINASI WISATA K-DRAMA, Berimajinasi Jadi Aktris Idolamu Dengan Berfoto Ditempat Syuting!

22 August 2019 1.213x Korea, Uncategorized

DESTINASI WISATA K-DRAMA, Berimajinasi Jadi Aktris Idolamu Dengan Berfoto Ditempat Syuting! Korea tidak hanya terkenal karena k-pop nya, melainkan korea juga dikenal dunia dari drama yang mereka ciptakan. Banyak penggemar k-drama dari luar negeri yang berbondong-bondong dating ke korea untuk mendatangi tempat-tempat yang menjadi lokasi syuting drama yang mer... selengkapnya

PAJAK TAMBAHAN UNTUK PARA TRAVELER JEPANG

9 January 2019 576x Uncategorized

Sejak & Januari 2019  Jepang akan mulai menerapkan international tourist tax atau sayonara taxsenilai 1.000 Yen.  Yang akan berlaku bagi semua turis yang akan meninggalkan Jepang. Isu ini sudah mulau beredar sejak tahun 2018 oleh pemerintah Jepang tetapi baru saja di realisasikan pada awal tahun ini.   Sayonara tax  sebesar 1.000 Yen atau yang se... selengkapnya

Kantor Kami

AYANA GLOBAL GROUP

PT. PENGEN LIBURAN INDONESIA


Kantor Marketing:
Graha Krama Yudha Lantai 3, Duren Tiga, Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12760


Kantor Operasional:
Jl. NGADISURYAN NO. 7A, YOGYAKARTA, 55153

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.