Tips saat Tour ke Jepang

Sakura di Puri Himeji

Sakura di Puri Himeji

photo: seejapan.co.uk

Wah, pastinya Anda sangat bersemangat menantikan tour ke Jepang. Nah, agar perjalanan Anda nyaman selama berada disana, ada baiknya memperhatikan beberapa hal. Tentunya, tips saat tour ke Jepang akan membantu Anda menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berjalan-jalan di Negara Matahari Terbit. Kita mulai dari pilihan waktu wisata di Jepang. Disarankan, jika ingin bermain ski dan salju, Anda datang pada bulan Desember hingga Maret. Daerah yang dapat dikunjungi untuk melihat salju adalah Hokkaido. Jika ingin melihat pemandangan bunga Sakura, lebih baik berkunjung pada akhir Maret hingga awal April. Pada waktu tersebut, bunga Sakura sedang mekar-mekarnya. Jika ingin menikmati keindahan Gunung Fuji, datanglah pada musim panas, yaitu dari Juli hingga Agustus. Biasanya Gunung Fuji dibuka untuk wisatawan di musim panas.

Awan Yang Langka Terjadi di Gunung Fuji

Awan Yang Langka Terjadi di Gunung Fuji

photo: 38.media.tumblr.com

Tips tour ke Jepang lainnya adalah durasi waktu saat berwisata ke Jepang. Jika ingin mengunjungi beberapa kota di luar kota Tokyo, disarankan untuk tinggal minimal 7-10 hari di Jepang. Mengapa? Dalam waktu yang singkat, kegiatan menikmati wisata mungkin kurang optimal. Selain itu, tidak banyak tempat yang dapat Anda kunjungi jika mengejar jumlah hari kunjungan yang singkat. Dari durasi, kita beralih ke persiapan uang tunai. Jangan lupa untuk menukar Rupiah dengan Yen di Indonesia. Alasannya, Jepang tidak menerima Rupiah untuk ditukar dengan Yen. Kebanyakan penukaran uang atau bank menerima mata uang US Dollar.

Mata Uang Yen

Mata Uang Yen

photo: i.telegraph.co.uk

Saat berada di Jepang, tentunya Anda akan menggunakan alat-alat elektronik yang Anda bawa. Nah, masalah bisa timbul jika Anda tidak bersiap-siap. Ada baiknya membawa adaptor serba guna. Di jepang, tidak ada colokan listrik dengan lubang bulat. Disana, yang ada colokan 2 dengan pin pipih. Selain berbeda bentuk, voltase di Jepang pun berbeda. Voltase di sana adalah 110 Volt sedangkan kita biasa menggunakan 220 Volt. Jadi, jangan sampai kebingungan sendiri gara-gara lupa membawa adaptor. Berikutnya adalah urusan perut. Saat membeli makanan di Jepang, perhatikan baik-baik tempat makan atau restoran. Jika restoran memajang logo halal, Anda bisa makan disana dengan tenang. Selain itu, alternatif untuk makan disana adalah di restoran yang menjual masakan Indonesia, India, Malaysia, dan Timur Tengah.

Seperti Ini..

Seperti Ini..

photo: i.telegraph.co.ukзаказ продвижения сайта в интернетеescorts ladiesрадиатор отопления в ванной комнатеперелет москва танзаниязаявление на получение займа на работеevent caricature onlineплатная+раскрутка+сайтадам деньги в долг тольяттипутевки в тайланд 2015 майотдых в мае отзывыденьги в долг для студентовтуры на майские в туниссезоны в танзанииинформаци¤ о восхождении на килиманджаралюминиевая гусятницапрямые туры на шри ланкукак продвигать новый сайтfunny wedding sketchesна каркасные дома в.

About the Author

Martial Artist

Leave A Response