Seni Pertunjukan Tradisional Khas Jawa

6580139125_3c32daaca8_o
Gamelan

Gamelan adalah musik yang tercipta dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya. Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa, dimana nadanya lebih lembut . Hal ini mencerminkan masyarakat jawa yang lemah lembut dalam berbicara dan bertindak. Gamelan Jawa biasanya dimainkan untuk hiburan atau untuk pengiring wayang dan tari tradisional.

Musik dengan nada pentatonis ini dapat anda nikmati di Kraton Yogyakarta pada hari Kamis pukul 10.00-12.00 WIB. Dan pada hari Sabtu dengan jam yang sama digelar gamelan sebagai pengiring wayang kulit. Sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Pertunjukan ini diadakan di Bangsal Sri Maganti Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah abad.  Seni pertunjukan khas Jawa ini dimainkan oleh seorang dalang. Dalang dalam pertunjukan ini diibaratkan sebagai Tuhan yang menjalankan kuasanya. Wayang sebagai makhluknya. Gedebog pisang yang digunakan untuk menancapkan wayang diibaratkan sebagai bumi. Layar putih sebagai langit. Dan pencahayaan diibaratkan sebagai matahari.

Wayang kulit merupakan orang-orangan berbahan kulit kerbau yang dihiasi beberapa motif berbeda. Setiap pagelaran wayang menghadirkan kisah atau lakon yang berbeda. Lakon pakem memiliki cerita yang seluruhnya bersumber pada perpustakaan wayang sedangkan pada lakon carangan hanya garis besarnya saja yang bersumber pada perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat-tempat yang sesuai pada perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya bersifat lepas.

Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Pagelaran khas Jawa ini dapat anda saksikan di Sasono Hinggil yang terletak di alun-alun Selatan. Biasanya acara pertunjukan ini diadakan setiap minggu kedua dan keempat mulai pukul 21.00 WIB, atau anda juga bisa menikmati pertunjukan ini di bangsal Kraton Yogyakarta pada hari Sabtu pukul 10.00 WIB.

Sendratari Ramayana

Jika anda berkunjung ke Yogyakarta akan lebih terkesan setelah melihat Sendratari Ramayana. Sendratari ini adalah seni pertunjukan yang menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana.  Kisah Ramayana yang dibawakan pada pertunjukan ini serupa dengan yang terpahat pada Candi Prambanan.  Jalan cerita yang panjang dan menegangkan itu dirangkum dalam empat lakon atau babak, penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Sinta.

Epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta ini, menyuguhkan cerita dalam rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh para penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Tak ada dialog yang terucap dari para penari. Namun, sinden yang menggambarkan jalan cerita lewat lagu-lagu dalam bahasa Jawa. Pencahayaan yang disiapkan sedemikian rupa menambah pagelaran sendratari ini menjadi lebih apik.

Anda dapat menikmati pagelaran sendratari Ramayana ini di dua tempat.  Pertama, di Purawisata Yogyakarta yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, sebelah timur Kraton Yogyakarta. Selain itu anda juga bisa menikmatinya di  Candi Prambanan dengan tempat yang terpisah dari Candi Prambanan. Tempatnya pun sudah disetting sedemikian rupa sehingga penonton akan merasa nyaman untuk menikmati pagelaran tersebut.

продвинуть сайтbijoux escorts dubaiфитнес клуб метро шипиловскаяэкстримальный туризмденьги в долг под проценты распискаразвитие бренда стратегияраскрутка новых сайтовденьги в долг под проценты без справокngorongoroкратер нгоронгоро танзани¤тур отдых в танзанииподъем килиманджаро отзывыдам деньги в долг калугакак пополнять кредитную карту альфа банкасоздание приложения для iphoneПосуда российского производстваchinese english online translatorстратегия продвижения брендадешево деревянный дом.

About the Author

Leave A Response