Melihat Lawang Sewu Lebih Dekat

Semarang selain terkenal sebagai kota perdagangan, juga terkenal dengan kota wisata dengan icon-icon hiburan  yang sangat diandalkan. Kali ini kita akan membahas tempat wisata “Lawang Sewu”. Lawang sewu adalah kantor bekas kereta api peninggalan kolonialisme Belanda.

lawang sewu

Lawang sewu ini merupakan karya arsitek Belanda ternama Professor Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

lawang sewu samping

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda.

Jam buka:
Senin – Minggu, pukul 06:00 – 18:00 WIB

Harga tiket:

       Rp 5.000 (masuk ke Lawang Sewu)

       Rp 10.000 (masuk ruang bawah tanah)

Khusus hari Kamis, Jumat, dan Sabtu ada paket mengitari Lawang Sewu pada pukul 24:00 WIB

как продвигать в социальных сетяхdubai escort guideпилатес братевостоймость алтезаполучить кредитную карту онлайн без справокenglish polish translatorпродвижение сайт бренд и трендпарк нгоронгоропогашение кредита по кредитной карте альфа банксколько стоит тур в танзаниюальфа банк кредитная карта за один деньденьги в долг срочно магнитогорскбери займ ру экспресс деньгидам деньги в долг под расписку одессаинтернет гипермаркет товаров для домаавтобусные туры в черногорию 2015english to russia translationпроверить сайт на тицпроекты домов из сип панелей.

About the Author

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Denis February 17, 2013 at 10:52 am - Reply

    Nyu kurang bneteng Vederburg Jogja, itu tempat paling sakral noh.Waktu di Parangtritis gue pernah pake baju ijo mainan ombak alhasil kaki gue ada yang narik alhamdulillah akhirnya gue selamat ditolongin sepupu gue, sampe bekas cengkeramannya dikaki gue.

Leave A Response