Jalan Jalan Ke China Town Makassar

china town

Tidak banyak orang yang tahu bahwa di kota Makassar terdapat tempat unik yang bisa dijadikan sebagai tujuan dalam berwisata. Misalnya saja perkampungan komunitas masyarakat Tionghoa atau China Town Makassar.

Setelah puas menikmati Pantai dan bangunan bersejarah kolonial Belanda, para wisatawan bisa berjalan-jalan menuju ke kawasan Chinatown (perkampungan Cina) yang letaknya di seputaran jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan jalan Irian, Nusantara, Sulawesi dan Jampea kedalam.

Lokasi China Town tidak jauh dari lokasi objek Rotterdam dan pantai losari. Chinatown merupakan kota tua di masa dinasti ming, dimana sekitar abad ke-16 mereka berkunjung ke pesisir pantai selatan di seputaran Benteng Rotterdam untuk berdagang.

Nah, seiring dengan usahanya yang semakin berkembang, akhirnya mereka pun memutuskan untuk menetap dan membentuk suatu komunitas di pesisir pantai, tepatnya di seputaran jalan Nusantara, Ahmad Yani hingga di jalan Irian kota Makassar.

Pada masa pemerintahan orde lama orang-orang komunitas Tionghoa, mulai dibatasi berkecimpung di berbagai bidang utamanya bidang pemerintahan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berwiraswasta seperti yang saat ini terdapat di sekitar Chinatown.

Di Chinatown terdapat bangunan tua peninggalan cina, yang kini jadi Akademi perpajakan di seputaran jalan Lembeh. Disana juga terdapat klenteng Ibu Agung Bahari yang sudah dibangun kembali meski sempat dibakar karena kerusuhan etnis.

Namun, Pasar pecinaan tetap berdiri tanpa ada perubahan yang signifikan. Pasar pecinaan adalah pasar tradisional yang menjajahkan berbagai kebutuhan rumah tangga masyarakat Tionghoa. Saat mendekati imlek atau hari-hari keagamaan masyarakat Tionghoa, biasanya pasar pecinaan ini sangat ramai.

Di sana juga terdapat bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. Bangunan tersebut tetap berdiri kokoh dan dianggap sebagai bangunan Cagar Budaya yang dilindungi sesuai Undang-Undang. Misalnya bangunan tua yang kini jadi sekolah, SMP 5 di jalan Sumba No.9. bangunan ini dibangun sekitar tahun 50-an oleh masyarakat Tionghoa dengan gaya arsitektur dan konstruksi bangunannya masih tetap terjaga utuh seperti saat dibangun pertama kali.

Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya yang dilindungi undang-undang RI No.5 tahun 1992. Dulunya bangunan ini merupakan sekolah termegah, terlengkap dan termodern di Sulsel waktu itu, dan memang sekolah yang diperuntukkan kusus buat masyarakat suku Tionghoa. Saat ini, status sekolah tersebut menjadi milik pemerintah sehingga semua muridnya berasal dari berbagai komunitas, suku dan agama yang beragam.

поисковое продвижение купитьexscort serviceрадиатор отопления для ванной комнатытанзания сафари стоимостьполучить кредитку без справки о доходахdutch language translatorкак проверить рейтинг сайтаденьги в долг до зарплаты томскобразец заявки на получение займапрограмма сафари что этосрочные займы на банковскую карту сбербанкабизнес дать деньги в долгпл¤жный отдых в маебизнес в кредит без первоначального взносадержатель для бутылокнабор аксессуаров для ванной купитьпримеры плитки в ваннойраскрутка сайта через googleкак выбрать кастрюлю для индукционной плиты.

About the Author

Leave A Response