Hal-hal Penting Sebelum Bertemu Geisha

Kyoto

Kyoto

photo: cdn.bootsnall.com

Jika sedang berada di Kyoto, sempatkanlah untuk berkunjung ke kawasan Gion. Kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas Geisha atau Geiko dalam dialek setempat. Geisha memang selalu identik dengan Jepang dan citra perempuan-perempuan cantik berbalut baju tradisional. Bahkan tradisi mereka masih ada hingga di masa Jepang modern seperti saat ini.

Gion

Gion

photo: japanesewanderer.com
Selain itu, Kyoto merupakan kota bersejarah yang pernah menjadi ibukota Kekaisaran. Sehingga para wisatawan pun selalu tertarik untuk mengabadikan kehadiran para Geisha yang masih banyak dijumpai di kawasan ini. Namun jangan harap Anda bisa memotret mereka sembarangan. Karena ada beberapa hal penting yang wajib dipahami jika Anda berminat untuk bertemu mereka. Nah, berikut adalah beberapa hal penting yang dilansir dari CNN.

Dari Belakang

Dari Belakang

photo: muza-chan.net
#1. Pahamilah Aturan Memotret
Aturan ini memang tak tertulis secara resmi. Namun selama puluhan tahun, kebanyakan wisatawan cenderung memperlakukan para Geisha seperti objek wisata yang bisa dipotret semaunya. Perlu Anda ketahui bahwa Geisha merupakan bagian kebudayaan Jepang yang sangat istimewa. Tapi mereka tak pernah dijadikan Jepang sebagai maskot atau pun dibayar sebagai objek wisata. Setiap hari, mereka berangkat dan pulang kerja di sekitar kawasan Gion. Jadi, memotret mereka dari depan atau terang-terangan hanya akan mengusik privasi mereka. Dengan kata lain, hargailah mereka sebagai manusia yang punya aktivitas keseharian. Oleh sebab itu, upayakan untuk selalu memotret mereka dari belakang, samping, atau sudut-sudut yang tak menganggu mereka.

Miyagawa-cho Sore Hari

Miyagawa-cho Sore Hari

photo: itsumojapan.blogspot.com
#2. Mencari Lokasi dan Waktu Yang Tepat
Hanamachi atau kawasan Geisha merupakan lokasi yang tepat untuk bertemu mereka. Di sanalah para Geiko tinggal dan terlihat mengawali aktivitasnya setiap sore. Kira-kira pukul 5.15 waktu setempat, silakan kunjungi kawasan tersebut dan ambil latar yang sempurna untuk memotret. Apalagi kawasan tersebut terdiri dari bangunan-bangunan klasik yang bisa menambah efek dramatis di foto.
Kawasan Gion terdiri dari Kamishichiken, Pontocho, Miyagawacho, Gion Higashi dan Gion Kobu. Tapi jika Anda menginginkan hasil foto terbaik, dua kawasan terakhir lebih direkomendasikan karena ditunjang oleh konteks yang sempurna.

Geiko

Geiko

photo: geishajapan.com

#3. Geiko dan Maiko
Kultur Geisha sangatlah menarik. Mereka sangat terlatih dalam praktik-praktik kebudayaan tradisional Jepang seperti memainkan alat musik, merangkai bunga, hingga rangkaian rumit upacara teh. Sekilas wisatawan melihat bahwa setiap Geisha adalah sama. Namun ada 2 perbedaan dasar yang terbagi antara Geiko dan Maiko.
Perbedaan yang bisa dilihat terletak pada ikat kimono atau obi. Seorang Geiko mengikat obi dengan rapi di bagian punggung dan berbentuk kotak. Sedangkan Maiko mengingat obi yang lebih panjang dan dibiarkan terurai hingga hampir menyentuh tanah.
Seorang Geiko juga bisa dikenali dari sandal kayu dengan hak rendah. Berbeda dengan Maiko yang mengenakan sandal dengan hak lebih tinggi. Selain itu, Maiko adalah calon Geiko yang sedang menjalani kursus menjadi Geisha. Dan mereka selalu mengenakan hiasan bunga yang diselipkan di ikatan rambut.

Seperti Ini

Seperti Ini

poto: i2.cdn.turner.com

#4. Busana Geisha Untuk Para Wisatawan
Jika Anda ingin berbusana layaknya seorang Geisha, silakan kunjungi Sagano. Ada banyak wisatawan yang menyewa kimono dan bergaya dengan riasan wajah yang tebal seperti Geisha. Bahkan Anda bisa memilih studio foto yang menyewakan busana lengkap dengan fotografer yang akan selalu mengikuti langkah Anda. Momen tersebut barangkali bisa menjelaskan situasi yang sering dialami oleh para Geisha ketika para wisatawan selalu mencuri-curi foto. Karena Anda akan mengalami nasib sebagai orang yang senantiasa dikuntit oleh banyak orang dengan kamera di tangan mereka.

Afternoon Walk

Afternoon Walk

photo: cookjenshel.com
#5. Jangan Salah Memotret
Sepertinya kita akan mudah bertemu dengan Geisha di kawasan tersebut. Sayangnya, banyak juga wisatawan yang ternyata salah memotret perempuan yang dikira Geisha di lokasi ini. Hal ini sering terjadi karena banyak juga wisatawan perempuan yang berdandan ala Geisha dan berseliweran sambil diikuti para fotografer.
Untuk menghindari kesalahan, sebaiknya Anda mencermati perempuan yang berbusana ala Geisha tersebut. Jika dia ternyata mau berhenti untuk berpose, berarti dia bukan Geisha. Apalagi jika Anda sedang berada di kawasan Kiyomizu dan sekitarnya. Geisha asli tak akan pernah punya waktu untuk berpose atau berhenti saat mereka berjalan di antara para wisatawan.

The Movie

The Movie

photo: wallpoper.com

#6. Hilangkan Imej Geisha Dalam Film
Anda mungkin pernah menonton film Memoirs of Geisha atau produk-produk budaya populer yang menceritakan soal kehidupan Geisha. Nah, jangan menelan mentah-mentah cerita atau informasi yang pernah Anda baca atau tonton dari buku atau film tersebut. Sebab kebanyakan adalah cerita fiksi yang tak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan nyata para Geisha.

Leaving the Ichiriki Ochaya

Leaving the Ichiriki Ochaya

photo: media-cache-ec0.pinimg.com
#7. Cara Mudah Bertemu Geisha
Memburu momen bertemu Geisha memang gampang-gampang susah. Jika belum bertemu satu orang Geisha pun di kawasan, lebih baik untuk melakukan cara paling mudah. Silakan nongkrong di kedai teh atau ochaya yang bisa kita temukan di Kyoto. Cara ini memang menyita biaya yang tak sedikit, apalagi jika berkunjung ke Ichiriki Ochaya, sebuah tempat yang berusia sekitar 3 abad dan sangat terkenal. Dengan biaya sekitar 11, 7 juta rupiah atau 100.000 Yen, kita bisa menikmati waktu bersama Geisha di ruangan khusus selama satu setengah jam.
Tapi jika ingin menghemat kocek, Anda bisa mengunjungi Gion Corner yang menghadirkan beragam hiburan Geisha dengan biaya sekitar 370 ribu atau 3.150 Yen.

#8. Biaya Akomodasi dan Transportasi
Supaya rencana bertemu Geisha berlangsung lancar, carilah informasi detil tentang transportasi dan penginapan di Kyoto. Disarankan untuk mencari tempat penginapan di Gion, Higashiyama karena lokasi ini sangat strategis. Anda juga bisa menyiapkan anggaran sekitar 117 ribu rupiah sehari dengan Traffica Kyoto Card, atau yang lebih murah sekitar 140 ribu rupiah sehari dengan Kyoto Sightseeing Card.подбор ключевых слов для сайта googleescorts dubai 100йога для новичков на братиславскойвосхождение на килиманджаро лето 2015оформить кредитную карту без справок и поручителейуслуги продвижение бренда банкадокументы дл¤ сафари в африкекилиманджаропокорение килиманджарокилиманджаро маршрут марангусрочно нужны деньги в долг 1000000взять деньги в долг под залог недвижимостиальфа банк закрытие кредитной картыпосуда на заказкрасивая посуда москвадизайн радиаторов отоплениястратегии продвижения брендакупить сковороду в минске

About the Author

Leave A Response