Hachiko-Kesetiaan Seekor Anjing

 

Akita Inu

Akita Inu

photo: wolmovie.com

Anjing merupakan sahabat manusia yang paling setia. Hal ini dibuktikan dengan adanya kisah Hachiko. Anjing ini begitu setia pada tuannya, sampai-sampai saat tuannya meninggal pun, dia masih setia menunggu di tempat biasa dia menjemput tuannya. Ya, kisah hachiko bukanlah kisah rekaan. Kisah ini nyata dan benar adanya. Tentunya, Anda penasaran dengan latar belakang anjing yang setia ini. Mari kita telusuri memori mengenai Hachiko. Anjing jenis Akita Inu lahir di Odate, Prefektur Akita. Induknya bernama Goma-go dan Oshinai-go. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saito. Namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Lewat perantara, akhirnya Hachi dipelihara oleh Keluarga Ueno. Dari tempat kelahirannya, Hachi dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api dari Stasiun Odate hingga Stasiun Ueno, Tokyo.

 

Patung Prof. Ueno dan Hachiko

Patung Prof. Ueno dan Hachiko

photo: static.panoramio.com

Hachi dipelihara oleh keluarga Profesor Hidesaburo Ueno yang saat itu menjadi dosen ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno adalah seorang pecinta anjing. Di rumah keluarga Ueno, selain Hachi, ada juga dua ekor anjing lainnya yang bernama S dan John. Setiap hari, ketika Profesor Ueno berangkat kerja, Hachi selalu mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di sore harinya, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput. Malang tidak dapat ditolak, suatu hari, tanggal 21 Mei 1925 Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi yang tidak mengetahui majikannya sudah tidak ada tetap setia menunggu kedatangan Profesor di stasiun.

 

Waktu pun berlalu, Hachi sempat dipelihara di beberapa tempat yang berbeda. Namun, Hachi tetap setia datang ke Stasiun Shibuya dan menunggu tuannya. Kisah Hachi yang setia menunggu majikan akhirnya mengundang perhatian Hirokichi Saito, seorang anggota Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Dia sedih mendengar perlakuan kasar yang sering dialami oleh Hachi di stasiun. Saito menulis kisah sedih tentang Hachi dan mengirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shinbun. Akhirnya public Jepang mengetahui kisah kesetiaan Hachi. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya menjadi sayang pada Hachi. Akhiran –ko atau sayang ditambahkan di belakang nama Hachi dan orang-orang pun memanggilnya Hachiko.

 

Hachiko Statue

Hachiko Statue

photo: docgelo.files.wordpress.com

 

Seorang kenalan Saito, pematung yang bernama Teru Ando tersentuh pada kisah Hachiko dan ingin membuat patungnya. Pada bulan Januari 1934 Ando selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachiko dan proyek untuk penggalangan dana dimulai. Patung Hachiko akhirnya beres dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Acara peresmiannya dilakukan pada April 1934, disaksikan sendiri oleh Hachiko dan sekitar 300 hadirin. Kisah kesetiaan Hachiko berakhir saat Hachiko ditemukan meninggal pada tanggal 8 Maret 1935. Hachiko akhirnya dikuburkan dekat dengan pusara majikannya, Profesor Ueno. Kisah Hachiko yang setia ini memang menyentuh hati dan mengajarkan pada kita bahwa binatang pun bisa memiliki kesetiaan sebegitu besarnya. Jika anjing bisa seperti itu, mengapa manusia tidak bisa?

Hachiko Funeral

Hachiko Funeral

photo: upload.wikimedia.org/wikipediaраскрутка в интернетhigh class escort in dubaiкупить радиаторыпоездка африка сафаривзять деньги в долг в калугефирменный стиль бланкитовары для интерьера дома интернет магазинальфа банк оплата кредита картойсрочные займы на банковскую карту сбербанкатури на килиманджаросафари по африкенайти тур в турцию на май 2015altezza climbing limited отзывывзять деньги в кредит у частникасковорода грильтуры во вьетнам в январе 2016тарифы на коммунальные услуги киевlaw translation onlineкаркасные дома лучшие проекты

About the Author

Martial Artist

Leave A Response