Benteng Somba Opu, Wisata Sejarah yang Eksotis

somba opu

Salah satu benteng terkuat yang pernah dibangun di bumi nusantara ini ialah benteng Somba Opu. Hal ini juga telah dikemukakan oleh salah seorang ilmuwan Inggris yang bernama William Wallace. Pernyataan Wallace bisa jadi benar. Begitu memasuki kawasan Benteng Somba Opu, akan segera terlihat tembok benteng yang kokoh. Menggambarkan sistem pertahanan yang sempurna pada zamannya.

Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan. Benteng Somba Opu ini adalah saksi sejarah dari berbagai kegigihan Sultan Hasanuddin dalam mempertahankan kedaulatan negerinya bersama dengan rakyatnya.

Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar. Saat ini, Benteng Somba Opu berada di dalam kompleks Miniatur Budaya Sulawesi Selatan.

Para pengunjung dapat menikmati bentuk-bentuk rumah tradisional Sulawesi Selatan seperti rumah tradisional Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar tak jauh dari benteng. Di dalam kompleks ini pula setiap tahun digelar Pameran Pembangunan Sulawesi Selatan.

Di sana hanya terlihat sisa-sisa dari benteng tersebut yaitu berupa tiga buah bastinon. Adalah bastion di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Yang terakhir ini disebut Buluwara Agung. Di bastion inilah pernah ditempatkan sebuah meriam paling dahsyat yang dimiliki orang Indonesia. Namanya Meriam Anak Makassar. Bobotnya mencapai 9.500 kg, dengan panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm. sampai saat ini, bentuk dari benteng tersebut belum diketahui secara pasti sehingga upaya ekskavasi masih terus dilakukan.

Namun, menurut peta yang tersimpan di museum Makassar, bentuk dari benteng ini adalah segi empat. Sebenarnya, Benteng Somba Opu sekarang ini lebih tepat dikatakan sebagai reruntuhan dengan sisa-sisa beberapa dinding yang masih tegak berdiri.

Ada beberapa bagian bawah dari sisa-sisa benteng ini yang belum tergali. Hal ini bisa dilihat dari terdapatnya patok-patok beton di beberapa bagian. Menurut sejarah, Belanda telah menghancurkan benteng ini setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddini. Selama ratusan tahun, sisa-sisa benteng terbenam di dalam tanah akibat naiknya sedimentasi dari laut.

раскрутка сайтов поисковикахescort independentйога для новичков в люблинотанзания туризмвзять денег в долг срочноbirthday celebration caricaturesпиар кампания гостиницы курсоваяотзывы о путешествии в кению танзаниюкредит в интернете на картуозеро натрон natron на севере танзаниитур в африканское сафаритурпоездка в танзанию на килиманджаро отзывы стоимостьпокорение киллимонджароальфа банк закрыть кредитную картуповреждения средней тяжестиаксессуары для ванной комнаты на вакуумных присоскахпродвижение бренда в туризмерадиаторы конрадаудит сайтов москва.

About the Author

Leave A Response